Jenaka tanpa tawa

Jenaka tanpa tawa

Tuhan maha pemurah, mengapa?
5 roti dan 2 ikan. Murah teramat murah

perkenalan singkat
perkenalkan, saya adalah orang indonesia yg memiliki orang tua, kakak dan adik. kami semua hidup berdampingan sebagai keluarga. kehidupan sehari hari saya normal, seperti anak kebanyakan lainnya, makan, main, tidur, sekolah, masturbasi. ya sama seperti kebanyakan anak lainnya
sekarang saya sekolah di salah satu sekolah ternama di dki jakarta. ya, semua orang ingin masuk sekolah saya. semua yg udh masuk ingin keluar segera.
sekolah saya memiliki akreditas yang tinggi, popularity yg tinggi dan tingkat toleransi yang tinggi, ya tinggi sekali. di sini kami terdiri dari berbagai agama, islam, eslam, kristen, kresteng dan agama yang diakui lainnya, seperti agama segan hormat bendera.
kami di sini diajar, dididik, diatur macam harimau sirkus. banyak penekanan yang terjadi "dalam hitungan ke 10 barisan sudah rapih, 1..2..3..4..5..6...7......8........9..........................10"
ya seperti itulah kira kira
ya sudah, demikian perkenalan singkatnya. sebelum masuk ke cerita yang lebih dalam, alangkah baiknya kita bersyukur terlebih dahulu kepada tuhan yg maha esa karna atas berkatnya, tulisan ini berani dituang dan diketik diatatas kertas a4
Terimakasih, ya Tuhan semesta alam






Bagian pertama
Saya adalah anda adalah mereka adalah kita semua ha ha ha

Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman. beragam suku, ras, budaya serta agama. dari jawa, batak, mongoloid, kristen, sampai islam. Di sini tempatnya menemukan perbedaan dan persatuan dalam satu waktu yg sama. ya, dalam waktu yg berbeda mereka bertengkar, menjatuhkan, mencerca hingga puas ke daging danging. ada yg dalam konteks bercanda, bercanda bercanda serius, serius dan serius sekali sampai membawa pasuka berseragam dengan bendera di tangan, berkerumun membela agama.

beramai - ramai dengan sesama,  berseragam putih putih macam upacara hari senin, berdemo, di depan monas sampai berjilid jilid bahkan revisi. menjatuhkan satu orang yang dianggap menista agama. mengarahkan semua hinaan kepada orang tersebut dan hebatnya ada orang orang tertentu yg memanfaatkan momen ini untuk meraih sebuah singgasana, berada di puncak kemunafikan.
dan akhirnya seperti yang sudah diperkirakan, mayoritas pun menang, melibas minoritas. dan orang orang tertentu mendapat jabatan tinggi, setinggi langit.

Kelanjutannya masih ada ya, tunggu saja

Komentar